Wednesday, June 11, 2025

Standard proses UCD untuk sistem iteraktif


C:\Users\DNZ\Pictures\gbr1.jpg

Penjelasan dari gambar diatas sebagai berikut:

1. Plan for human-centered design (Rencanakan desain berpusat pada manusia)

   Ini adalah langkah awal di mana Anda menentukan bagaimana pendekatan UCD akan diintegrasikan ke dalam proyek. Ini melibatkan penetapan tujuan, ruang lingkup proyek, sumber daya yang tersedia, dan bagaimana keterlibatan pengguna akan dilakukan sepanjang siklus pengembangan.

 2. Understand and specify the context of use (Pahami dan tentukan konteks penggunaan)

    Pada tahap ini, desainer dan tim akan melakukan riset mendalam untuk memahami siapa pengguna, apa tugas yang ingin mereka lakukan, di lingkungan mana mereka akan menggunakan sistem, dan tujuan keseluruhan dari penggunaan sistem. Ini bisa melibatkan observasi, wawancara, survei, dan analisis tugas. Output dari tahap ini adalah pemahaman yang jelas tentang skenario penggunaan dan lingkungan pengguna.

 3.Specify the user requirements (Tentukan persyaratan pengguna)

    Berdasarkan pemahaman konteks penggunaan, persyaratan pengguna yang spesifik dan terukur akan dirumuskan. Ini bukan hanya tentang apa yang sistem harus lakukan (persyaratan fungsional), tetapi juga bagaimana sistem harus berperilaku dari perspektif pengguna (persyaratan non-fungsional seperti kemudahan penggunaan, efisiensi, dan aksesibilitas). Persyaratan ini sering kali dinyatakan dalam bentuk user stories atau skenario.

 4. Produce design solutions (Hasilkan solusi desain)

    Setelah persyaratan pengguna ditetapkan, tim desain mulai membuat solusi. Ini bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari low-fidelity prototypes (sketsa, wireframe) hingga high-fidelity prototypes (mockup interaktif, bahkan beta version). Tujuannya adalah untuk menerjemahkan persyaratan menjadi bentuk desain yang dapat diuji dan dievaluasi.

 5. Evaluate designs against requirements (Evaluasi desain berdasarkan persyaratan)

    Tahap ini sangat krusial dalam UCD. Desain yang telah dihasilkan akan diuji dengan pengguna nyata untuk melihat apakah desain tersebut memenuhi persyaratan pengguna yang telah ditentukan sebelumnya. Evaluasi bisa berupa usability testing, heuristic evaluation, survei, atau feedback sessions. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah kegunaan, kesenjangan dalam persyaratan, dan area yang perlu ditingkatkan.

 6. System meets specified organizational and functional requirements? (Sistem memenuhi persyaratan organisasi dan fungsional yang ditentukan?)

    Ini adalah titik keputusan yang seringkali digambarkan sebagai lingkaran atau panah kembali. Jika evaluasi menunjukkan bahwa desain belum sepenuhnya memenuhi persyaratan pengguna, atau jika ada masalah kegunaan yang signifikan, proses akan kembali ke salah satu langkah sebelumnya (misalnya, kembali ke "Produce design solutions" untuk merevisi desain, atau bahkan kembali ke "Understand and specify the context of use" jika pemahaman awal tentang pengguna kurang tepat). Proses ini bersifat iteratif, artinya Anda mengulang langkah-langkah ini berkali-kali, memperbaiki desain di setiap putaran, sampai Anda mencapai solusi yang memuaskan.

Secara keseluruhan, diagram ini menekankan sifat siklis dan berulang dari UCD, di mana umpan balik dari pengguna digunakan untuk terus-menerus menyempurnakan dan meningkatkan desain hingga produk akhir benar-benar berpusat pada pengguna dan efektif.

No comments:

Post a Comment